Popular Posts
- Stuck in the Moment
- The Meaning of A Thousand Splendid Suns
- Ketika Buku Harian Telah Ditutup
- Javanese vs English
- Nasehat dari Film "Harry Potter and the Chamber of Secrets"
- Cita-cita vs Realita
- Acrostic Poem
- Harun Al Rosyid: A Special Acrostic Poem
- They Are Still The Thousand Splendid Suns
- Hari Esok
Showing posts with label The Khaled Hosseini Foundation. Show all posts
Showing posts with label The Khaled Hosseini Foundation. Show all posts
11.4.13
Sekilas, dompet-dompet ini terlihat seperti benda biasa yang dapat ditemukan di toko aksesoris atau di mall. Terlebih lagi bagi mereka yang tak tertarik, dompet-dompet ini hanya akan terlihat seperti benda biasa yang entah fungsinya apa dan dapat ditemukan di mana saja. Namun seandainya dompet-dompet ini mampu bercerita, pastilah tak ada lagi yang akan menganggap dompet-dompet ini sebagai benda biasa.
Dompet-dompet dalam gambar di atas terbuat dari bahan 100% katun, memiliki warna yang beragam dan terlihat unik dengan sebuah bordiran bunga. Tunggu, tunggu, jangan Anda kira saya mengulas dompet-dompet ini karena saya ingin mempromosikan lalu menjualnya kepada Anda. Saya (dari palung hati yang terdalam) hanya ingin mengungkap kisah yang tersembunyi di balik dompet yang dibuat dengan tangan ini.
Dompet-dompet yang indah ini merupakan kerajinan tangan para perempuan di sebuah penampungan di Pakistan. Hasil dari penjualan dompet-dompet tersebut akan digunakan untuk membuat lapangan kerja tambahan bagi perempuan-perempuan lain di penampungan itu. Tapi tahukan Anda, dari mana perempuan-perempuan di penampungan itu berasal? Dan mengapa mereka ada di penampungan?
Meskipun tidak berhubungan secara langsung dengan artikel saya sebelumnya tentang novel A Thousand Splendid Suns dan maknanya dalam hidup saya, artikel ini masih merupakan efek samping yang saya dapatkan setelah membaca novel tersebut beberapa tahun yang lalu. Ketika saya membaca apa yang ditulis Khaled Hosseini (penulis novel A Thousand Splendid Suns) di halaman Facebook The Khaled Hosseini Foundation, hati saya kembali terenyuh:
The majority of women in Afghan prisons have commited what the courts deemed as "moral crimes". These include refusing arranged marriage, running away from home or abusive marriage, marrying without family consent or attempted adultery. The recent documentary, "Prisoners of Tradition: Women in Afghanistan" brings the focus back on these women, these victim of an unjust system.
http://www.youtube.com/watch?v=W0Q9n4gmJrY&list=PLDurT10mnRdBV2GJKTpwktutqDh9BX9C-
Kurang lebih seperti ini terjemahannya, "Sebagian besar tahanan perempuan di Afghanistan melakukan tindak pidana yang disebut "kejahatan moral" oleh pengadilan. Yaitu termasuk menolak perjodohan, melarikan diri dari rumah atau pernikahan yang penuh dengan kekerasan, menikah tanpa persetujuan keluarga atau mencoba melakukan perzinahan. Sebuah film dokumenter berjudul "Tahanan Tradisi: Perempuan di Afghanistan" kembali menyoroti tentang mereka, korban dari sebuah sistem yang berat sebelah."
Subscribe to:
Posts (Atom)